Saturday, 7 October 2017

Penarasian Orba Bersama Martin Suryajaya

Hasil gambar untuk kiat sukses hancur lebur


(sumber: https://www.goodreads.com/book/show/31369907-kiat-sukses-hancur-lebur) 

Judul Buku
: Kiat Sukses Hancur Lebur
Pengarang
: Martin Suryajaya
Penerbit
: Banana
Tahun Terbit
: 2016
Cetakan
: Kedua
Tempat Terbit
: Pondok Cina, Depok
Bahasa
: Indonesia
Halaman
: 216 hlm
ISBN
: 978-979-1079-54-9

            Pertama kali membaca judul buku ane langsung tertarik Gan! Judulnya bikin penasaran. Kiat Sukes Hancur Lebur. Wehh. Di cacatatan akhir, belakang buku disana dituliskan macem-macem kayak kiat sukses lolos CPNS, beternak lele, cara mengenal dan menjalankan akuntasi avant grande. Pokoke lucu. Buku berwarna kuning soft dengan gambar-gambar yang aneh ini terasa ringan dibawa karena dicetak menggunakan kertas paper book, jadi lebih ringan dibanding kalo dicetak mengginakan kertas HVS. Overall fisik buku baik namun ada dua halaman menjelang bagian akhir yang tulisannya membayang, mengakibatan beberapa kata tidak bisa dibaca. Agak burem juga tulisannya. Buku ini tak tebus dengan harga lumayan mahal. 50.000. sempat sedih juga sih karena ketika kita pingin tahu, malah tidak difasilitasi oleh negara dengan subsidi harga kertas atau dengan penghapusan pajak buku. Kan bukunya jadi mahal. Jane pinginku sih buku nantinya bisa dibandrol dengan harga yang murah, untuk memfasilitasi kita-kita sebagai hewan pemamah buku. Semoga Anda mendengar curhatan rakyat jelata ini pak Presiden.
Selanjutnya kita mencoba mendhudhah isi dari buku. Pada awalnya buku ini menceritakan tentang kanker karena sering cebok berkepanjangan. What? Cebok! Benar! Teryata cebok bisa bikin kanker. Hantaman pertama oleh Mas Martin ini cukup menggelikan. Pertama baca yah cukup terhibur. Tentang korelasi cebok dan kanker ini dimasukan belio di sub bab Kiat Sukes di Usia Berkepala Tiga. Cukup imajinatif petualangan pemikiran mas Martin dengan menabrakkan cerita-cerita yang ada dengan grafik, tabel, fabel, sapu, dan lele. Byar! Hilang teks sastra novel yang konvensional diacak acak oleh belio. Menjadi serpihan remah-remah peyek. Namun tetap asih dinikmati bersama nasi pecel kemebul. Oke next.
             Mulai ketengan mulailah mas Martin mencoba menggambar secara perlahan tentang Orba. Salah satu rezim militeristik ala mbah Harto. Kalo diriku sih membilang rezim ini adalah rezim pentung, dimana ABRI mempunyai fungsi ganda sebagai salah satu alat negara untuk memerintah (politik) dan sebagai benteng keamanan. Namun tak jarang mereka #MENCYDUK orang-orang yang antipemerintah. Keamanan terjamin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil dikisaran Rp.1.600 s.d.Rp. 2.000 rupiah per dolar. Piye lur? Ish penak jamanku to? Masyarakat ‘tertib’ atau jika nakal akan ‘ditertibkan’.kata orang ini menjadi rezim OTORITER. Yah? Aba betul?
Mas Martin dalam novel pertamanya ini juga menyelipkan kejahatan genosida, kejahatan HAM berat yang nggak selesai-selesai hingga kini. walaupun sudah lapor ke PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) alias UN (United Nation) tentang perkara ini. namun PBB seolah tidak ambil pusing tentang kejahatan besar yang menyangkut nyawa jutaan orang Indonesia ini. hingga belio memlesetkan organisasi perdamaian dunia ini dengan istilah Persatuan Bayang Bayang atau United Nothing. Selarik tipis, lamat-lamat Anda akan menemukan kata jendral, kesunyian, #PestaSeks, ikan lele dan ikan tongkol. Yah! Narasinya mirip Animal Farmnya George Orwell gitu, tapi ditambah satiran-satiran lucu dan diremuk sedemikian rupa. Oh iya, Mas Martin itu (paling tidak hingga naskah ini ditulis) belio adalah editor di IndoProgress. Cukup sekian dan terimakasih. Saya kira cukup review buku yang baru saya baca. Tetap sehat mas Martin, terus berkarya!

Kata kunci: ikan lele, genosida, Persatuan Bayang Bayang (PBB) , United Nothing (UN)

No comments:

Post a Comment