Kadang-kadang menulis itu memerlukan mood. kalau dijabarkan disini mood
adalah sebuah perasaan yang menyangkut emosi seseorang. bisa itu sedih, senang, marah, dan lain-lain. mood disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal sudah saya sebutkan di atas, sedangkan
faktor eksternal adalah adanya stimulus dari luar yang berupa suara bising,
hujan rintik-rintik, tidak punya uang dll.
Mood sangat erat
berkaitan dengan energi yang kita keluarkan. Misal ketika sedang perasaan tidak
enak dan saat itu dirangsang oleh sesuatu yang tidak enak pula maka bisa jadi
orang itu akan sedih atau marah. Energi yang dikeluarkan ketika orang marah itu
sangat besar, sayang belum ada alat yang bisa mengukur kemarahan orang, kalau
tekanan jantung sih pakai tensimeter bisa.
Kembali ke mood,
ketika orang marah isi hati hanya ingin supaya marahnya tersalurkan. Marah
tersalurkan biasanya dengan merusak barang-barang, menyakiti orang yang membuat
marah, mengumpat atau aktifitas sejenis yang bisa menjadi saluran orang
tersebut agar lega. Jika pelampiasan marah tidak menuntut tanggung jawab maka
akan saya lakukan detik ini juga. Namun sangat disayangkan kemarahan saya
terbentur oleh pertanggunggungan jawab yang akan saya pikul nanti. dengan
kondisi yang 'masih panas' saya mencoba untuk mencari katarsis lain. Main hp?
Chating? Tidur mungkin opsi terakhir yang akan saya ambil. Namun tidurpun
(kalau saya) belum bisa meredakan secara signifikan marah yang saya derita.
Dengan masih keadaan meledak ledak saya mencoba menahan. Untungnya Akal masih
bekerja dengan baik, sehat wal afiat,
sehingga saya masih dapat mengambil keputusan yang logis, tidak main
tangan.saya alihkan kekuatan yang meledak-ledak tersebut dengan cara menulis.
Inilah yang saya lakukan sekarang. sebab saya pernah
mendengar bahwa seseorang yang sedang marah (seperti saya saat ini) dan orang
yang sedang jatuh cinta akan menghasilkan karya master piecenya. Jika ia
menulis puisi, maka taste dari tulisan itu akan keluar, untuk itu perlu sekali
dicoba saran ini. Pertimbangannya adalah : saya,
ketimbang gulang-gulung tidak ada
manfaatnya maka, lebih baik menulis atau menggambar. Intinya adalah produktif.
Marah yang Prodiktif ataupun cinta yang produktif. Produktif yang saya maksud
disini adalah sarana mengkaryakan emosi tanpa menimbulkan efek negatif. Marah
yang menjurus pada tidakan buruk
Seperti yang saya jelaskan diatas : Memukul, mengumpat,
merusak dll. Sedangkan orang yang sedang jatuh cinta juga sama, tahu kan dua
orang yang sedang dimabuk cinta tingkahnya bagaimana? Sepasang sejoli itu
melakukan tindakan tidak senonoh di tempat umum misalnya. Kalau dilihat dari
prespektif pribadi tindakan itu tidak menghargai Hak Asasi Manusia. Engkau kira
saya tidak inginkan itu, wahai pemuda? Ya pingin bro....
Artikel ini adalah sarana pengekspresian diri. Mangga untuk
teman-teman mengapresiasi, toh ini juga sekedar curhatan waktu senggang aja,
isinya macem-macem, silahkan dicicipi sak penake, sak cukupe, sak longgare.
Jika bermanfaat silahkan dipakai jika tidak silahkan diskip.
JOS!!!

No comments:
Post a Comment