Tuesday, 13 September 2016

iwak sandal

Idul Adha merupakan waktu dimana manusia kos-kosan seperti saya mengambil keuntungan dari daging qurban. Daging yang berlimpah menjadi sumber protein hewani paling tidak hingga tiga hari kedepan. daging wurban yang lembut dan gurih menjadi keseharian saya sebagai anak kos dan itu sangat nikmat.

idul adha kali ini menjadi hari kemaruk daging bagi saya. Hal ini dikarenakan sumber daya daging yang saya perlukan melebihi kapasitas tampung panci dan kekuatan fisik saya. Bagaimana tidak, untuk daging yang saya dapatkan dari idul qurban kemarin itu ada tiga jenis. Pertama daging biasa, rusuk, dan yang terakhir jerohan.

ketiga jenis daging tersebut memerlukan penanganan yang berbeda-beda. untuk daging yang saya lakukan hanya merebusnya secara biasa, begitu juga rusuk. Lain halnya dengan jerihan, dalam hal ini babat. Babat yang saya dapatkan kemarin ketika Idul Adha kemarin berwujud alot, dan setelah saya rebus ulang tambah alot. Apa yang salah?

untuk kedua jenis daging sudah saya hibahkan karena saya tidak punya tenaga untuk mengurusinya. Untuk daging rebus saya hibahkan ke kakak tingat untuk dibuat sate, sedangkan untuk rusuk saya hibahkan kepada teman-teman UKM. Kemarin waktu sate-satean saya juga agak sungkan karena sate biasanya menggunakan daging mentah untuk bahan dasarnya sedangkan daging yang saya bawa kemarin sudah dalam bentuk rebus. eh ternyata diterima. Kata mereka malah mendingan, sudah setengah matang, tinggal diberi bumbu sudah jadi. Rusuk sapi saya berikan baru tadi sore kepada teman-teman UKM, juga sudah wujud rebus. dan mereka menerima dengan senang hati. Hah leganya...

untuk yang jenis ketiga yaitu babat merupakan tantangan tersendiri buat saya. kealotanya menjadikan saya tertantang untuk manaklukan keuletanya. Dalam hal ini, babat itu memang terkelan alot dan jika tidak bisa menasaknya maka jadilah ia sebuah sandal jepit yang sulit untuk dikunyah.

Pemasakan babat yang begitu menantang merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Akhirnya setelah rebusan kedua, saya sempat furstasi karena semakin alotnya si babat. Wala! Selamat, satu hari ini terbuang bagitu saja karena babat dan Instagram. disitu terkadang saya merasa sedih. setelah seharian online ternyata belum saya temulan suatu piranti untuk melunakan si alot tersebut.

Sedikit review, pelunakan babat bisa menggunakan berbagai cara dan alat. Untuk yang saya temukan tadi di Internet yang pertama adalah menggunakan buah-buahan ataupn tumbuhan. Untuk buah saya menemukan nanas untuk pelunakan daging, dan untuk tumbuhan saya menemukan daun pepaya yang berfungsi sama. Tetapi advice dari internet itu saya abaikan begitu saja. Kedua menggunakan alat yaitu penggunaan panci bertekanan a.k.a presto. Alat seperti itu untuk saya sendiri sukar ditemukan, yah bukan apa-apa, ana cuma sekedar siswamaha yang memiliki sumber daya terbatas. Oke advice ini juga tak skip.

setelah itu muncul advice dari jenis manusia. Nah untuk yang ini saya sedikit menaruh kepercayaan. Kata manusia pertama untuk melembutkan daging babat menggunakan bleng, obat legendar, dan sejauh yang saya tahu, yang dinamakan 'obat bleng' itu adalah turunan boraks. Hal ini diperkuat dengan saran dari manusuia pertama, apabila babat telah selesai direbus maka babat sebainya dicuci bersih. Nah lho....

manusia terakhir menyarankan untuk merenus babat dengan menyemplungkan sendok. tata caranya? pada saat perebusan babat, sendok dimasukan kedalam rebusan babat, untuk durasi perebusan cukup tiga puluh menit. Kandungan di sendok? Huallahu A'lam bishawab. Kelihatanya sama mengerikan jika dibanding dengan bleng tadi. Oke skip.

saya berniat untuk pengempukan babat tidak saya gunakan bagan kimia ataupun yang lainya. Dan ternyata benar. Babat yang tadinya alot seperti sendal kini sudah lunak, dengan indikator mempan digigit. Hal ini saya lakukan hanya dengan perebusan dan penjagaan suhu konstan. Babat yang tadinya alot seperti sandal kini sudah bisa digigit.

UNtuk sejauh ini ilmu yang saya dapatkan dalam pengolahan babat adalah
a) penggunaan api kecil ketika memasak.
b) perlu tlaten ketika memasak.
c) jika api terlalu besar maka babat menjadi alot.
d) magic com sangat berguna.

No comments:

Post a Comment