(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tokek)
Tokek hewan lucu yang sering nemplok
di tembok luar rumah kita. jika dilihat sekilas ia mirip dengan cecak namun
mempunyai ukuran lebih besar. Mungkin namanya didapat karena saking seringnya
ia berceloteh. Kata-kata tokek itu tidak terikat dengan ruang, waktu ataupun
suasana. Tetap ia akan istiqamah
untuk bilang “Tokek….tokek…”.
Tokek sendiri berukuran seperti
kadal (yaiya lah….) namun tubuh tokek agak bongsor (jw: mbuthel). Tuhuh tokek berwarna abu-abu, terdapat totol-totol warna
merah kombinasi hijau-atau biru. Panjang tubuh tokek umumnya sekitar 10 s.d. 15
cm. Namun pada suatu saat tokek bisa tumbuh hingga berukuran 1.5 Meter, hampir
mirip buaya. Namun ini tetap tokek. Tokek segede gaban ini diketemukan di salah
satu tempat di Indonesia. Yang dijual kepada orang aseng yang katanya bisa
menyembuhkan penyakit HIV/AIDS, dan karena langka, tokek segede gaban ini
dijual seharga 2 Miliyar.
Tokek hampir ditemukan di seluruh
Indonesia. Yah paling tidak di Indonesia Magetan dan Indonesia Samirono,
Sleman, tempat kos saya. setiap malam atau siang kadang ia berbunyi. Kalau mungkin
tokek buka tempat karaoke pasti laris juga. Namanya mungkin Tokekvizta. Nggak
ngebayangin nantinya mereka para tokek-tokek itu berdendang lagu mereka secara
bersamaan dan ditegur oleh kepala kampong karena mengganggu ketertiban umum.
Tokek katanya, termasuk hewan nocturnal alias hewan yang melakukan
aktivitas hidupnya di malam hari. Aktivitas tokek ya layaknya hewan-hewan
ciptaan Tuhan yang lain, seperti makan, buang hajad, karaoke, kawin, makan,
buang hajad, karaoke kawin namun ada kalanya juga beribadah dan ngerjain
skripsi. Dan ketika pagi datang ia ngupet di tempat persembunyianya untuk
tidur. Namun ada kalanya ia juga ngelindur, iak tak segan-seganberbunyi juga
pada siang hari. Siklus ini berluang ketika sore hari menjelang.
di Jawa mitos tokek juga macam-macam
ada kalanya jumlah tokekan seekor tokek dihitung untuk keberuntungan. Atau ada
kalanya tokek diburu untuk obat sakit tertentu. Atau tokek dibuat untuk sekedar
mainan. Dan salah satu mitosnya yang paling lucu ialah ketika digigit tokek, gigitan
itu tidak akan lepas sebelum hujan yang disertai _gludhug_ banter. Ini yang saya belum pernah coba. Mitologisasi dari
tokek mungkin perlu penelitian yang lebih lanjut, jika tidak, dikhawatirkan
nanti akan menimbulkan polemik dan penistaan terhadap tokek.
Sebenarnya tokek adalah makhluk
Tuhan jua, ia berhak hidup di muka bumi ini untuk mencari sesuap, dua suap
makanan. Kadang suaranya mengagetkan kita, atau mbuat bulu tengkuk kita
merinding disko, namun yang emang tokek, ia nggak bisa nyanyi lagu Kalung Emas ataupun Suket Teki karya maestro campur sari Didi Kempot. Jika anda
teganggu dengan saudara saya yang satu ini saya cuma bisa bilang “Harap bersabar,
ini ujian”.
#RehatSikNdakEdan
Rebo Kliwon, 19 Pasa 1438 H/ 14 Juni
2017
Oleh : Lingga Fajar
No comments:
Post a Comment