Thursday, 15 June 2017

Tokek seluruh dunia, bersatulah!


 G gecko 070101 2323 kng.jpg
(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tokek)

Tokek hewan lucu yang sering nemplok di tembok luar rumah kita. jika dilihat sekilas ia mirip dengan cecak namun mempunyai ukuran lebih besar. Mungkin namanya didapat karena saking seringnya ia berceloteh. Kata-kata tokek itu tidak terikat dengan ruang, waktu ataupun suasana. Tetap ia akan istiqamah untuk bilang “Tokek….tokek…”.

Tokek sendiri berukuran seperti kadal (yaiya lah….) namun tubuh tokek agak bongsor (jw: mbuthel). Tuhuh tokek berwarna abu-abu, terdapat totol-totol warna merah kombinasi hijau-atau biru. Panjang tubuh tokek umumnya sekitar 10 s.d. 15 cm. Namun pada suatu saat tokek bisa tumbuh hingga berukuran 1.5 Meter, hampir mirip buaya. Namun ini tetap tokek. Tokek segede gaban ini diketemukan di salah satu tempat di Indonesia. Yang dijual kepada orang aseng yang katanya bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS, dan karena langka, tokek segede gaban ini dijual seharga 2 Miliyar.

Tokek hampir ditemukan di seluruh Indonesia. Yah paling tidak di Indonesia Magetan dan Indonesia Samirono, Sleman, tempat kos saya. setiap malam atau siang kadang ia berbunyi. Kalau mungkin tokek buka tempat karaoke pasti laris juga. Namanya mungkin Tokekvizta. Nggak ngebayangin nantinya mereka para tokek-tokek itu berdendang lagu mereka secara bersamaan dan ditegur oleh kepala kampong karena mengganggu ketertiban umum.

Tokek katanya, termasuk hewan nocturnal alias hewan yang melakukan aktivitas hidupnya di malam hari. Aktivitas tokek ya layaknya hewan-hewan ciptaan Tuhan yang lain, seperti makan, buang hajad, karaoke, kawin, makan, buang hajad, karaoke kawin namun ada kalanya juga beribadah dan ngerjain skripsi. Dan ketika pagi datang ia ngupet di tempat persembunyianya untuk tidur. Namun ada kalanya ia juga ngelindur, iak tak segan-seganberbunyi juga pada siang hari. Siklus ini berluang ketika sore hari menjelang.

di Jawa mitos tokek juga macam-macam ada kalanya jumlah tokekan seekor tokek dihitung untuk keberuntungan. Atau ada kalanya tokek diburu untuk obat sakit tertentu. Atau tokek dibuat untuk sekedar mainan. Dan salah satu mitosnya yang paling lucu ialah ketika digigit tokek, gigitan itu tidak akan lepas sebelum hujan yang disertai _gludhug_ banter. Ini yang saya belum pernah coba. Mitologisasi dari tokek mungkin perlu penelitian yang lebih lanjut, jika tidak, dikhawatirkan nanti akan menimbulkan polemik dan penistaan terhadap tokek.

Sebenarnya tokek adalah makhluk Tuhan jua, ia berhak hidup di muka bumi ini untuk mencari sesuap, dua suap makanan. Kadang suaranya mengagetkan kita, atau mbuat bulu tengkuk kita merinding disko, namun yang emang tokek, ia nggak bisa nyanyi lagu Kalung Emas ataupun Suket Teki karya maestro campur sari Didi Kempot. Jika anda teganggu dengan saudara saya yang satu ini saya cuma bisa bilang “Harap bersabar, ini ujian”.

#RehatSikNdakEdan

Rebo Kliwon, 19 Pasa 1438 H/ 14 Juni 2017

Oleh : Lingga Fajar

No comments:

Post a Comment