|
Judul Buku
|
: The Va Dinci Cod (terj. oleh
Isma B. Koesalamwardi)
|
|
Pengarang
|
: A.R.R.R Roberts
|
|
Penerbit
|
: Pustaka Primatama
|
|
Tahun Terbit
|
: 2005
|
|
Cetakan
|
: Kedua, 2007
|
|
Tempat Terbit
|
: Jakarta
|
|
Bahasa
|
: Indonesia
|
|
Halaman
|
: 162 halaman
|
|
ISBN
|
: 979-3930-14-4
|
Awal membaca buku ini, saya
teringat tentang novel bestseller
milik Dan Brown yang berjudul Da Vinci
Code. Dan Brown di dalam novel itu menceritakan tentang freemason dan lain
sebagainya. inti dari buku Dan Brown ini adalah konspirasi global yang
menyangkut segala bidang kehidupan. namun ketika membaca novel tipis karya
Roberts ini, saya sendiri pada awalnya menyatakan bahwa novel ini adalah suatu
bentuk parodi dari karya Dan Brown yang berjudul Da Vinci Code. Pada awalnya
asumsi saya benar. Namun lama kelamaan asumsi saya itu perlu diredefinisi
kembali.
Va Dinci Cod di dalamnya terdapat
(mungkin) tokoh, TKP, pembunuhan, dan tentnunya konspirasi yang sama dengan
yang tertulis di Da Vinci Code. Nama tokoh misalnya, dalam novel karya Roberts
ini semuanya dibuat lucu. Tokoh utama dalam novel Roberts ini bernama Donglan.
Hal ini semacam pembalikan dari tokoh utama Dan Brown yang bernama Langdon.
Kedua karakter utama disini juga berprofesi sebagai professor kriptografi.
Namun tak disangka novel Roberts
mempunyai ‘rasanya’ sendiri yang berbeda dari novel karya Dan Brown. Dalam novel
ini menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan seseorang dengan menyumpal
mulut korban dengan ikan cod. Mafia,
menurut Roberts, adalah konspirasi yang
lebih tinggi dari sekedar freemason. Ada tangan besar global yang lebih berpengaruh disana.
Kedua, tentang lukisan Monalisa
yang termasyur itu. Dalam novel ini, Roberts menyatakan bahwa lukisan yang
dilukis oleh Leonardo da Vinci itu tidak lain hanya mimetik atau tiruan dari
karya adik kembarnya perempuan. Karya Leonardo sebagai masterpiece itu menduplikasi karya adiknya. Lukisan Monalisa yang
sebenarnya membopong ikan cod. Namun kesamaan antara kedua pemikiran Dan Brown
maupun Roberts ini adalah Monalisa bisa dibaca secara bertingkat.
Ikan cod yang dibawa dalam
lukisan monalisa versi adik Leonardo ini membawa sebuah pesan tersembunyi. Jika
dilihat dalam ilustrasi novel Roberts, mata ikan cod ini menyimbolkan sebuah
aksara Yunani, yaitu theta. Apa maksud perlamabng ini?
Ikan yang dibawa oleh Monalisa
ini jika dibaca dari kode yang terpecahkan oleh Donglan dkk. Ikan cod simbol
dari Yesus. Penjabaranya seperti ini: Dalam pembunuhan seorang laki-laki, tanpa
sadar laki-kali itu telah tahu si pembunuh ia meninggalkan sebuah kode enkripsi
yang berupa simbol. Donglan dan teman permpuanya berhasil memecahkan kode
tersebut dan didapatkan kata ICHTUS yang berarti dalam bahasa Yunani bermakna
ikan. Namun jika ditelaah lebih dalam ICTHUS sendiri merupakan akronim dari
Iesus, Cristos, Theou, Uios dan Sotor.
Jika titerjemahkan maka Yesus Kristus Putra Tuhan dan Juru Selamat. Nyatanya
pembunuhan itu dilakukan oleh oknum gereja.
Nanum dalam karya Roberts ini
juga ditemukan fakta menearik lain. Fakta itu adalah bahwa Leonardo da Vinci
itu adalah seorang homoseksual. Namun bagi saya kurang cukup bukti. Leonardo
entah kenapa diasosiasikan dengan seruling gaya Yunani yang hanya mempunyai
satu lubang. Dan itu mirip (maaf) penis lak-laki.
Diluar benar salah dari karya Roberts ini, saya kira karya ini cukup
menghibur dan memberi tahu wawasan baru. Benar tidaknya Leonardo da Vonci
mempunyai adik, orientasi seksualitasnya, dan yang paling dalam adalah apakah
karya Monalisa itu adalah gambaran sosok dari Maria Magdalena atau sekedar
plagiarsi belaka itu masih menjadi misteri.
No comments:
Post a Comment