Wednesday, 26 April 2017

Overlearning dan Pembelajaran Orang Dewasa


Hasil gambar untuk teori belajar orang dewasa
sumber gambar :griyabuku.co.id

Judul Buku
: Teori Belajar Orang Dewasa
Pengarang
: Anisah Basleman dan Syamsu Mappa
Penerbit
: Rosda
Tahun Terbit
: 2011
Cetakan
: pertama
Tempat Terbit
: Bandung
Bahasa
: Indonesia
Halaman
: 172
ISBN
: 978-979-692-045-7


Pembelajaran tentang orang dewasa sedikit berbeda dengan konsep pembelajaran anak-anak. Perbedaanya terletak pada umur mereka (yang ini mutlak) dan yang lain tenang kematangan konsep, luas wawasan, dan terkait dengan keterampilan yang akan di peroleh seseorang dewasa tersebut. kererampilan orang dewasa biasanya terkait dengan keterampilan praktis. Bukan lagi tataran konsepsi-atau masalah abstraksi. Apa lagi jika yang diajar itu adalah manusia lanjut usia (menopause) akan berbeda juga cara mengajarnya. Diperlukan keterampilan khusus untuk mengajar orang dewasa. Tidak bisa disamakan antara pembelajaran orang dewasa dan anak-anak. Namun dalam hal ini pembahasan yang saya lakukan bukanlah pembelajaran orang dewasa secara umum namun ilmu yang berkesan dalam buku ini, sehingga saya tuliskan kepada Anda. Ilmu itu adalah overlearning.

Dalam kasus pembelajaran orang dewasa disini dikenal konsep overlearning. Yang dimaksud overlearning adalah pembelajaran yang secara terus menerus dilakukan. Maksud dari terus-menerus disini adalah namusia ketika membaca, atau mendengarkan diharapkan menuliskan apa yang didengarkan dan apa yang dibaca. Hal ini berkaitan dengan kondisi pelatihan yang dilakukan oleh otak ketika menerima ilmu baru. Otak mengkondisikan pengalaman, konsep, logaritma pengetahuan jika dilakukan secara berulang. Untuk memasukan gagasan itu perlu waktu yang banyak dan piranti masukan yang beragam agar pengetahuan itu bisa bertahan lama di dalam long term memory kita.

pembelajaran over learning ini mungkin masih kontkestual dengan keadaan kita saat ini sebagai masyarakat pembelajar. Ketika ada ilmu baru yang kita baca, atau informasi baru yang kita dengarkan, kita disegerakan untuk mengulang-ulang kembali apa yang kita dengar dan baca melalui media lain. Semacam tulisan. lewat tulisan kita bisa mengukur seberapa jauh kita paham tetang materi yang diberikan oleh buku autaipun pembicara pada sebuah seminar atau ngaji. Dan kemungkinan besar hal itu terinternalisasi kedalam kepribadian kita lebih besar. Dari pada hanya datang, duduk, diam, mendengarkan, terus pulang, tidur. Hal ini sangat disayangkan.


Guna overlearning bagi saya sendiri adalah untuk menggali kapsitas diri tetang ilmu baru yang didapatkan. Ketika otak sering dilatih maka daya tangkap otak teresebut akan tajam dan peka, serta dibantu oleh intuisi-intuisi rohani akan menjadikan seseorang itu jos. Ibarat gentong yang tersisi air, jika air itu dibiarkan mengendap pasti akan ada lumut yang menempel dan menjadikan air dalam gentong itu berwarna hijau. Sama seperti itu ilmu pengetahuan jika tidak disebarkan kepada orang lain hanya akan mengendap tak berguna. Overlearning ini sedikit berbeda dengan gentong yang saya ibaratkan diatas. Otak manusia itu semakin diisi semakin luas. Kapasiatas penerimaanya tetap namun neuron orak-kita akan semakin aktif dan saling melaksanakan interkoneski atar neuron. Dan hasil dari koneksi neuron itu menjadikan kita tangkas dalam berfikir dan bertindak. Cekatan dalam mengambil keputusan. Dan yang pasti dengan memberikan ilmu itu kepada orang lain maka ilmu kita akan berguna. Jugabagi orang lain. Dan menjadikan pahala itu mengalir kepada ktia. 

No comments:

Post a Comment