Thursday, 9 March 2017

hedonisme di Masjid

Hedonisme di Masjid
Sebuah Catatan Nganu


Kesenangan duniawi menjadi permata yang menyilaukan. Ia memikat kebanyakan manusia untuk mendapatkanya dengan segala cara. Kesenangan begitu berkilau dari dulu, sejak dunia ini diciptakan. Karena itu marilah kawan kita belajar tentang Hedonis.

M.W.   :"kenapa filsof barusan disebut Epikurus?"
S         : "Nggak tahu e mas..."
M.W.   : "Karena ia jarang makan, kalo sering makan dan gemuk, namanya jadi Epigemuk"

Itulah percakapan kami dibelakang setelah ngaji filsafat selesai. Garing? Iya! Tp itulah kenyataanya. G.A.R.I.N.G.

Sambil Ngantuk...

Epikurus berteori tentang hedonisme yang menitik beratkan pada kesenangan fisik. Kesenangan fisik yang bersumber dari kebahagiaan dengan terpenuhinya keinginan. Yang secara muatan berbeda dengan hedonisme modern saat ini yang menitik beratkan pada aspek material.

Epikurus adalah seorang yang percaya Tuhan hanya jika Tuhan itu mempunyai fungsi, bukan ekaiatensinya.  ( "Untuk lebih jelasnya buka file ngaji filsafat bagian Teodisi, philoshopy of evil" Begitu kata pak Faiz ).

Epikurus membahas tentang kebahagiaan. Bahagia bagi Epikurus didapat ketika keinginan seseorang itu terpenuhi. Tanpa terpenuhinya keinginan, mustahil kebahagiaan itu didapat.

Keinginan & Kebahagiaan

Bagi saya yang datang telat tadi, Epikurus membagi kebahagiaan mnjadi tiga yaitu kebagahiaan paling dasar, keinginan alami dan penting contoh keinginan ini yaitu makan, minum, dan pakaian. Naik ke kelas dua, adalah keinginan alami namun tidak terlalu penting semacam mobil, pesawat dll. Dan yang lapis terakhir adalah keinginan yang tidak alami dan tidak penting  semacam jabatan dan sesuatu yang berlebihan.

Dengan mudah Epikurus memfatwakan bahwa sebetulnya kebahagiaan itu adalah terlaksanya keinginginan lapis pertama yaitu makan, minum dan pakaian. Jika seseorang telah nrima tentang hal tetsebut maka sudah menjadi keniscayaan ia akan bahagia.

Jika dilihat dari kacamata Ki Ageng Suryamataram, kebahagiaan itu akan hadir ketika seseorang merasa cukup.

Dalam sebuah kutipan Epikurus kuga memberikan pandanganya tentang keinginan natural dan penting tadi, ia mengatakan "Kita sepatutnya berterima kasih kepada alam karena sesuatu yang natural dan penting itu mudah didapat, tidak sesulit ketika kita mencari kainginan  yang tidak alami dan tidak penting"

Hooam...:o

Selama satu bulan ini, kita diajak pak Faiz untuk dolan ke Yunani, untuk mempelajari akar-akar pikiran masa kontemporer saat ini yang sejak dahulu sudah ada. Akar-akar pemikiran yang patut kita kaji agar kita tahu akar dari pemikiran-pemikiran yang berkembang pada saat ini.

Dan pembicaraan kami diakhiri dengan curhatan mas Sh*b*r* yang merasa lemes
__
*Slamat istirahat wan-kawan

Nb:
M.W.  : Mas Wododo
S        : saya

No comments:

Post a Comment