Hedonisme di Masjid
Sebuah Catatan Nganu
Kesenangan duniawi menjadi permata yang menyilaukan. Ia
memikat kebanyakan manusia untuk mendapatkanya dengan segala cara. Kesenangan
begitu berkilau dari dulu, sejak dunia ini diciptakan. Karena itu marilah kawan
kita belajar tentang Hedonis.
M.W. :"kenapa filsof barusan disebut Epikurus?"
S : "Nggak tahu e mas..."
M.W. : "Karena ia jarang makan, kalo sering makan dan
gemuk, namanya jadi Epigemuk"
Itulah percakapan kami dibelakang setelah ngaji filsafat
selesai. Garing? Iya! Tp itulah kenyataanya. G.A.R.I.N.G.
Sambil Ngantuk...
Epikurus berteori tentang hedonisme yang menitik beratkan
pada kesenangan fisik. Kesenangan fisik yang bersumber dari kebahagiaan dengan
terpenuhinya keinginan. Yang secara muatan berbeda dengan hedonisme modern saat
ini yang menitik beratkan pada aspek material.
Epikurus adalah seorang yang percaya Tuhan hanya jika Tuhan
itu mempunyai fungsi, bukan ekaiatensinya.
( "Untuk lebih jelasnya buka file ngaji filsafat bagian Teodisi,
philoshopy of evil" Begitu kata pak Faiz ).
Epikurus membahas tentang kebahagiaan. Bahagia bagi
Epikurus didapat ketika keinginan seseorang itu terpenuhi. Tanpa terpenuhinya
keinginan, mustahil kebahagiaan itu didapat.
Keinginan & Kebahagiaan
Bagi saya yang datang telat tadi, Epikurus membagi
kebahagiaan mnjadi tiga yaitu kebagahiaan paling dasar, keinginan alami dan
penting contoh keinginan ini yaitu makan, minum, dan pakaian. Naik ke kelas
dua, adalah keinginan alami namun tidak terlalu penting semacam mobil, pesawat
dll. Dan yang lapis terakhir adalah keinginan yang tidak alami dan tidak
penting semacam jabatan dan sesuatu yang
berlebihan.
Dengan mudah Epikurus memfatwakan bahwa sebetulnya
kebahagiaan itu adalah terlaksanya keinginginan lapis pertama yaitu makan,
minum dan pakaian. Jika seseorang telah nrima tentang hal tetsebut maka sudah
menjadi keniscayaan ia akan bahagia.
Jika dilihat dari kacamata Ki Ageng Suryamataram,
kebahagiaan itu akan hadir ketika seseorang merasa cukup.
Dalam sebuah kutipan Epikurus kuga memberikan pandanganya
tentang keinginan natural dan penting tadi, ia mengatakan "Kita sepatutnya
berterima kasih kepada alam karena sesuatu yang natural dan penting itu mudah
didapat, tidak sesulit ketika kita mencari kainginan yang tidak alami dan tidak penting"
Hooam...:o
Selama satu bulan ini, kita diajak pak Faiz untuk dolan ke
Yunani, untuk mempelajari akar-akar pikiran masa kontemporer saat ini yang
sejak dahulu sudah ada. Akar-akar pemikiran yang patut kita kaji agar kita tahu
akar dari pemikiran-pemikiran yang berkembang pada saat ini.
Dan pembicaraan kami diakhiri dengan curhatan mas Sh*b*r*
yang merasa lemes
__
*Slamat istirahat wan-kawan
Nb:
M.W. : Mas Wododo
S : saya
No comments:
Post a Comment