Thursday, 6 July 2017

Umat Kristiani Menghadapi Modernisasi

Hasil gambar untuk theological highlights of vatican ii
Buku Theological highlights of Vatican
(Sumber: amazon.com)

#ResensiBuku

Judul Buku
: Puntjak-Puntjak Teologis dalam Konsili Vatikan II
Pengarang
: Joseph Ratzinger (terj)
Penerbit
: Kanisius
Tahun Terbit
: 1970
Cetakan
: Pertama
Tempat Terbit
: Yogyakarta
Bahasa
: Indonesia
Halaman
: 173 hlm
ISBN
: -

Setelah membaca buku ini saya menjadi lebih ngerti sedikit tentang sebuah Konsili. Kalau menurut saya, konsili itu merupakan pertemuan yang membahas sebuah masalah teologis yang berdampak radikal dan luas dalam agama Kristen. Dalam konsili Vatikan ke II dibahas tentang sikap gereja dan pastoral menghadapi modernitas dan perubahan terkait bidang-bidang vital bergeraknya sebuah Institusi Agama. Didalamnya dirembug masalah-masalah radikal semacam pengambilan sikap Vatikan dalam menghadapi modernitas, status gereja, pernikahan, misi, dan juga perang. Konsili Vatikan ke II ini berlangsung di Vatikan pada abad ke 20.

Konsili Vatikan ke II ini dihadiri beberapa negara pewakilan. Datang dari beberapa negara tetangga seperti Perancis, Jerman dan Asia yang membawa uneg-unegnya masing masing terkait dengan daerah misinya masing-masing. para misionaris itu nguda rasa ketika harus berhadapan dengan masyarakat yang berbeda kultur. Sehingga dalam Konsili Vatikan Ke II ini, segalanya dirembug untuk mencari penyelesaian terhadap sesuatu yang mengganjal tersebut.

Bidang bahasan yang masih nyanthol di pikiran saya yaitup pertama yang nyangkut di pikiran saya adalah tentang sebuah modernitas. Modernitas yang telah merebak dan merasuk ke segala bidang tak terkecuali warga negara menjadi bahasan yang mendasari adanya Konsili Vatikan II. Pengambilan sikap menghadapinya juga dibahas. Sikap gereja akankah menolak atau menerima secara bulat atau menerima  dengan sebuah syarat-syarat khusus?

Kedua status gereja. Disini dibahas bagaimana posisi gereja. Gereja yang sebelumnya terpusat (sentralistis) kini mulai melebarkan sayap mengan membuat gereja semakin terbuka dan menyebar (disentralistis). Setiap gereja diluar Vatikan diusulkan untuk membuat kultur tersendiri, dan mungkin bisa dikembangkan lebih lanjut namun cetak biru misi masih atas kuasa penuh Vatikan.

Ketiga tentang pernikahan. Pernikahan bagi orang kristiani termasuk ritual suci sehingga perlu dibahas juga dalam konsili. Pada bab ini dibahas bagaimana seorang itu ketika akan menikah. Syarat-syaratnya dan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan hal tersebut.

Keempat hal yang dibahas adalah masalah misi. Seperti agama Islam yang juga agama misi hal ini juga dirembug di Konsili Vatikan ke II. Yang disebut agama misi adalah sebuah agama yang didalamnya para penganut menyebarkan secara aktif paham-paham yang dianut kepada manusia lain. Fokus dari rembug misi pada konsili Vatikan ke II ini adalah untuk mengetahui kapan saat yang tepat menyebarkan faham keagamaan. Secepatnya ataukah pada waktu-waktu tertentu saja? Juga dalam hal ini disinggung penyebaran misi melalui dakwah kultural  yang tidak melulu berkiblat pada Eropa abad pertengahan. Kalau menurut saya dakwah kultural ini wujud konkret dari Konsili Vatikan ke II ini adalah pembangunan Gereja Kristen Jawa (GKJ) di beberapa daerah di Jawa ini atau gereja-geraja di daerah lain yang menyesuaikan dengan kultur yang ada pada daerah yang ditempati.

Terakhir adalah masalah perang. Tata krama dalam berperang juga diatur dalam Konsili Vatikan ke II ini. Dulu Agama sering menjadi kambing hitam ketika terjadi pertumpahan darah. Agama yang seharusnya membawa damai dijadikan kedok untuk meraih kekuasaan. Sehingga muncul istilah istilah sangar seperti Richard the Lionheart, Saladin al Ayubi atau Kesatria Templar

Oleh : Lingga Fajar

Sleman, Kamis Pahing 06 Juli 2017/12 Sawal 1438 Hijriah

No comments:

Post a Comment