Sunday, 16 July 2017

Pesan Pujangga (Serat Sabda Jati)


Raden Ngabehi Rånggåwarsitå

(Sumber gambar: http://illahfadhilatulummah.blogspot.co.id/2014/12/ronggo-warsito_18.html)

Serat sabda Jati
Pupuh Megatruh
14/19

//Waluyané bénjang lamun ånå wiku/ Mêmuji ngèsthi sawiji/ Sabuk tebu lir majênun/ galibêdam tudang-tuding/ anacahkên sakèhing wong//

Arti 1:
Jaman kesengsaraan ini akan sirna ketika datang seorang wiku. Ia selalu memuja Yang Satu dalam hatinya. Memakai sabuk dari tebu* mirip orang gila. Kesana-kemari sibuk tunjuk-tunjuk menghitung jumlah manusia.

Arti 2:
Huru-hara ini akan padam bersamaan dengan datangnya seorang wiku yang di dalam hatinya hanya menyembah Yang Ahad. Dengan kemantapan hati (tebu: antebing kalbu) menunjuk-nunjuk, mengatur, dan menempatkan orang banyak itu sesuai kemampuan mereka dan ditempatkannya di pos-pos yang membutuhkan kekuatan tenaga dan pikiran mereka.

R. Ng. Rånggåwarsitå

Nb.
Wiku: pendheta yang bertapa

#FalsafahJawa

No comments:

Post a Comment