Sunday, 16 July 2017

Ketika Para Binatang Mempunyai Odeologi

#ResensiBuku

Hasil gambar untuk animal farm penguin modern classic
 (Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/166773992422223297/)

Judul Buku
: Animal Farm
Pengarang
: George Orwell
Penerbit
: Penguin Modern Classics
Tahun Terbit
: 1963
Cetakan
: Kesebelas
Tempat Terbit
: Australia
Bahasa
: Inggris
Halaman
: 120 hlm
ISBN
: -

Saya kira buku ini adalah buku tentang fabel yang lutjuh-lutjuh, dan ternyata memang benar. Dalam buku ini tersaji berbagai binatang-bunatang yang dikemas dalam sebuah cerita lucu ‘perjuangan kelas.’ tokoh-tokoh yang diambil Orwell adalah hewan-hewan yang biasa  ada di peternakan, yah semacam anjing, babi, ayam, bebek, burung dan sapi.

Perkebunan yang asri di atas bukit. Penuh dengan lahan hijau nan subur. Disana terdapat juga kincir angin yang menjadi sumberdaya yang sangat berguna bagi penghuni peternakan.

Pada suatu hari mereka dokoordinir oleh ketuanya yang bernma Snowball, Snowball ini anjing yang mempunyai kemampuan propaganda, cara bicara, orasi yang membakar semangat kaum-kaum tertindas.

“Hai ayam, apakah kau tahu kemana telur-telurmu dibawa?”
“kau disuruh bertelur setiap hari hanya untuk kepentingan para manusa-manusia biadab itu” kata Snowball.

Dilain pihak, Snowball juga berbicara pada sapi yang setiap hari diperah susunya untuk keperluan manusia juga. Dan bukan hanya kepada ayam dan sapi namun semuanya hewan di peternakan itu telah mangamini apa yang dikatakan oleh Snowball. 

Pertama kali, Snowball membuat semacam lagu pertentangan kelas yang berjudul Animal in Europe. Isi dari lagu itu adalah bentuk protes para binatang peternakan kepada pemilik peternakan hewan-hewan itu mandiri, jangan ada yang menggangu kehidupan mereka.

Snowball menjadi pelopor berdirinya madzhab pemikiran animalisme. Yang disana menyatkan keberimbangan antara semua binatang. Kebersamaan dan samarata, sama rasa.

Gerakan pertama kali Snowball yang radikal adalah membuat para hewan-hewan itu melek huruf dengan membaca seadanya, entah koran lama yang dibaca empunya rumah yang telah dibuang di bak sampah, entah mendengarken radio atau apapun, sehingga mereka sedikit melek tentang keadaan mereka dan keadaan teman-teman mereka di luar sana yang telah kurus karena diperas oleh tirani yang bernama manusia.

Namun karena setiap binatang mempunyai keterbatasan, maka tidak semuanya sesuai yang diharapkan oleh Snowball. Ada yang menjadi kutu buku ada juga yang hanya menghafaklan tujuh prinsip animalisme.

Kepemimpinan terpusat tidak begitu membuahkan hasil. Karena telah terliterasi dengan baik dan belajar dari msalah-masalah yang ada, mereka memuat formula baru. Tidak mau manut kepada Snowball. Mereka tidak percaya sepenuhnya kepada Snowball, karena menurut mereka, Snowball tidak ubahnya para manusia-manusia beradab tersebut. dan akhirnya meraka menemukan formula baru, pemimpin yang diganti-ganti.

Pemimpin resmi itu tidak harus ada dalan subuah strutur anarkis, ketua bisa berpindak merata kepada setiap anggota. Akhir dari carita ini adalah adanya masyarakat tanpa kelas

Kata Kunci : (Fabel, Animalism, Equality)
Oleh : Lingga Fajar

Sleman, 13 Juli 2017/ 23 Juli 2017

No comments:

Post a Comment