|
#ResensiBuku
![]() |
|
Judul Buku
|
: Animal Farm
|
|
Pengarang
|
: George Orwell
|
|
Penerbit
|
: Penguin Modern Classics
|
|
Tahun Terbit
|
: 1963
|
|
Cetakan
|
: Kesebelas
|
|
Tempat Terbit
|
: Australia
|
|
Bahasa
|
: Inggris
|
|
Halaman
|
: 120 hlm
|
|
ISBN
|
: -
|
Saya kira buku ini adalah buku
tentang fabel yang lutjuh-lutjuh, dan ternyata memang benar. Dalam buku ini
tersaji berbagai binatang-bunatang yang dikemas dalam sebuah cerita lucu
‘perjuangan kelas.’ tokoh-tokoh yang diambil Orwell adalah hewan-hewan yang biasa ada di peternakan, yah semacam anjing, babi,
ayam, bebek, burung dan sapi.
Perkebunan yang asri di atas
bukit. Penuh dengan lahan hijau nan subur. Disana terdapat juga kincir angin
yang menjadi sumberdaya yang sangat berguna bagi penghuni peternakan.
Pada suatu hari mereka
dokoordinir oleh ketuanya yang bernma Snowball, Snowball ini anjing yang
mempunyai kemampuan propaganda, cara bicara, orasi yang membakar semangat
kaum-kaum tertindas.
“Hai ayam, apakah kau tahu kemana
telur-telurmu dibawa?”
“kau disuruh bertelur setiap hari
hanya untuk kepentingan para manusa-manusia biadab itu” kata Snowball.
Dilain pihak, Snowball juga
berbicara pada sapi yang setiap hari diperah susunya untuk keperluan manusia
juga. Dan bukan hanya kepada ayam dan sapi namun semuanya hewan di peternakan
itu telah mangamini apa yang dikatakan oleh Snowball.
Pertama kali, Snowball membuat
semacam lagu pertentangan kelas yang berjudul Animal in Europe. Isi dari lagu
itu adalah bentuk protes para binatang peternakan kepada pemilik peternakan
hewan-hewan itu mandiri, jangan ada yang menggangu kehidupan mereka.
Snowball menjadi pelopor
berdirinya madzhab pemikiran animalisme. Yang disana menyatkan keberimbangan
antara semua binatang. Kebersamaan dan samarata, sama rasa.
Gerakan pertama kali Snowball
yang radikal adalah membuat para hewan-hewan itu melek huruf dengan membaca
seadanya, entah koran lama yang dibaca empunya rumah yang telah dibuang di bak
sampah, entah mendengarken radio atau apapun, sehingga mereka sedikit melek
tentang keadaan mereka dan keadaan teman-teman mereka di luar sana yang telah
kurus karena diperas oleh tirani yang bernama manusia.
Namun karena setiap binatang
mempunyai keterbatasan, maka tidak semuanya sesuai yang diharapkan oleh
Snowball. Ada yang menjadi kutu buku ada juga yang hanya menghafaklan tujuh
prinsip animalisme.
Kepemimpinan terpusat tidak
begitu membuahkan hasil. Karena telah terliterasi dengan baik dan belajar dari
msalah-masalah yang ada, mereka memuat formula baru. Tidak mau manut kepada
Snowball. Mereka tidak percaya sepenuhnya kepada Snowball, karena menurut
mereka, Snowball tidak ubahnya para manusia-manusia beradab tersebut. dan
akhirnya meraka menemukan formula baru, pemimpin yang diganti-ganti.
Pemimpin resmi itu tidak harus
ada dalan subuah strutur anarkis, ketua bisa berpindak merata kepada setiap
anggota. Akhir dari carita ini adalah adanya masyarakat tanpa kelas
Kata Kunci : (Fabel, Animalism, Equality)
Oleh : Lingga Fajar
Sleman, 13 Juli 2017/ 23 Juli
2017

No comments:
Post a Comment