SEDIKIT TENTANG ILMU BEJA, bag 1
Sedikit tetenang ilmu beja, pernahkah Anda mendengar tentang
ilmu beja? Ilmu beja sendiri adalah hasil pemikiran dari Raden Mas
Sosrokartono. Beliau adalah kakak dari Kartini, ibu persamaan derajat kaum
hawa. Beliau adalah lulusan dari Universitas Leiden, Belanda. Beliau juga
pernah menjadi wartawan lepas Times pada kurun waktu perang dunia pertama. Untuk
pengabdiannya kepada Negara tercinta, Beliau telah membangun balai pengobatan
di Bandung dan Beliau dimakamkan di Kaliputu, kurang lebih 1 Km dari Kota
Kudus.
Sedikit setelah saya baca ilu jiwa yang ditulis Beliau,
inilah yang saya dapat bagi untuk khalayak semua, paling tidak untuk memberi
kelonggaran kepada jiwa saya karena sudah ikut berbagi menyebarkan ajaran Beliau
kepada netizen semua.
Dari buku Ilmu jiwa saya dapat mengambil beberapa contoh :
Yang disebut orang bodoh adalah orang yang mengalami
kesalahan dalam berpikir. Orang yang salah berpikir itu tidak terkait dengan
bagaimana ia menumpuk pengetahuan dan pengalaman.
Yang kedua adalah orang yang takut (jw: jirih, jireh). Yang dimaksud
takut disini adalah takut menghadapi kahidupan dan kematian. Takut mengadapi
kehidupan ketika masalah datang tak ada habisnya. Dan dikarenakan hal ini ia
berpikir “jikalau begini terus lebih baik saya mati saja. Tidak ada gunanaya
untuk hidup lagi”. Begitu pula jika ia menerima sesuatu yang menyenangkan, ia
akan berpikir tidak mau meninggalkan kerlip dunia yang begitu indah yang telah
ia dapatkan. Pada premis pertama seseorang telah tejerat oleh rasa takut, yaitu
takut hidup dan takut mati pada premis kedua.
Yang ketiga malas. Malas menurut dari buku ilmu jiwa yang saya baca
adalah orang yang selalu mengarapkan bayaran atas apa yang telah
dikerjakanya.bayaran disini dapat berupa apa saja, bisa berwujud uang, nilai
dari dosen, pujian, atau yang terkaut dengan ‘upah’.
Dan yang yang terakhir adalah mlarat*. Orang yang mlarat adalah orang yang selalu kurang tentang
apa yang telah ia dapatkan. Takut apa yang dimiliki itu berkurang ataupun hilang
darinya.
Dan keempat hal ini dapat diatasi oleh tahu akan pengetahuan
pribadinya. Untuk tahu apa pengetahuan pribadi itu, tunggu minggu depan ya...
Nb. * TS tidak bisa mencari padanan kata yang tepat.
No comments:
Post a Comment