Monday, 7 September 2015

ilmu beja RMP Sosrokartono bag 1

SEDIKIT TENTANG ILMU BEJA, bag 1


Sedikit tetenang ilmu beja, pernahkah Anda mendengar tentang ilmu beja? Ilmu beja sendiri adalah hasil pemikiran dari Raden Mas Sosrokartono. Beliau adalah kakak dari Kartini, ibu persamaan derajat kaum hawa. Beliau adalah lulusan dari Universitas Leiden, Belanda. Beliau juga pernah menjadi wartawan lepas Times pada kurun waktu perang dunia pertama. Untuk pengabdiannya kepada Negara tercinta, Beliau telah membangun balai pengobatan di Bandung dan Beliau dimakamkan di Kaliputu, kurang lebih 1 Km dari Kota Kudus.

Sedikit setelah saya baca ilu jiwa yang ditulis Beliau, inilah yang saya dapat bagi untuk khalayak semua, paling tidak untuk memberi kelonggaran kepada jiwa saya karena sudah ikut berbagi menyebarkan ajaran Beliau kepada netizen semua. 

Dari buku Ilmu jiwa saya dapat mengambil beberapa contoh :
Yang disebut orang bodoh adalah orang yang mengalami kesalahan dalam berpikir. Orang yang salah berpikir itu tidak terkait dengan bagaimana ia menumpuk pengetahuan dan pengalaman. 

Yang kedua adalah orang yang takut (jw: jirih, jireh). Yang dimaksud takut disini adalah takut menghadapi kahidupan dan kematian. Takut mengadapi kehidupan ketika masalah datang tak ada habisnya. Dan dikarenakan hal ini ia berpikir “jikalau begini terus lebih baik saya mati saja. Tidak ada gunanaya untuk hidup lagi”. Begitu pula jika ia menerima sesuatu yang menyenangkan, ia akan berpikir tidak mau meninggalkan kerlip dunia yang begitu indah yang telah ia dapatkan. Pada premis pertama seseorang telah tejerat oleh rasa takut, yaitu takut hidup dan takut mati pada premis kedua.

Yang ketiga malas. Malas  menurut dari buku ilmu jiwa yang saya baca adalah orang yang selalu mengarapkan bayaran atas apa yang telah dikerjakanya.bayaran disini dapat berupa apa saja, bisa berwujud uang, nilai dari dosen, pujian, atau yang terkaut dengan ‘upah’. 

Dan yang yang terakhir adalah mlarat*. Orang yang mlarat adalah orang yang selalu kurang tentang apa yang telah ia dapatkan. Takut apa yang dimiliki itu berkurang ataupun hilang darinya.
Dan keempat hal ini dapat diatasi oleh tahu akan pengetahuan pribadinya. Untuk tahu apa pengetahuan pribadi itu, tunggu minggu depan ya... 

Nb. * TS tidak bisa mencari padanan kata yang tepat.

No comments:

Post a Comment