#ArtikelAgakSerius
(sumber:http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-makanan-organik-dan-analisa-usahanya.html)
Negara Indonesia ini teramat luas
dan memiliki lahan yang subur. Setiap jengkal tanahnya memberikan kehidupan
bagi masyarakat. Tanah yang ditanami mempunyai hasil yang berbeda-beda. Sebut
saja kopi, teh, kina, lada, cengkeh, dll. semuanya indah penuh makna dan
berguna.
Lahan di Indoensia yang subur ini
nyatanya belum terkelola dengan baik. Mungkin karena kurangnya sumber daya
manusia yang mumpuni untuk mengolah tanah air tercinta kita ini. sumber daya
yang berlimpah dengan pengelolaan yang baik dan benar akan bisa menjadi faktor
penentu majunya sebuah negara.
Pernah dengan pupuk Urea? Pupuk Urea
adalah pupuh yang kaya akan nitrogen namun penggunaan Urea yang berlebihan
dalam jangka waktu lama juga bisa berdampak kurang baik bagi lapan pertanian.
Seperti dikutip dari Sutariati, dkk. (2014)
Lahan yang dipupuk Urea secara terus menerus cenderung menampakkan
respon kesuburan tanah yang cepat, tetapi berdampak terhadap cepat habisnya
bahan organik tanah. Pemakaian pupuk dan pestisida kimia secara terus menerus
dan tidak bijaksana menyebabkan tumpukan residu yang melebihi daya dukung
lingkungan dan menyebabkan tanah menjadi “sakit”.
Urea yang dulu menjadi primadona sebagai pupuk
penyubur tanaman, kini jargon tersebut perlahan mulai luntur. Urea yang dahulu
digadang-gadang sebagai Pupuk ajaib, yang mampu menyehatkan tanaman dengan
seketika, kini efeknya sudah memudar. Dan kesalahan kembali terulang, untuk
mengembalikan kesuburan tanah akibat Urea yang tidak begitu berhasil
digunakanlah pupuk kimia sintesis. Dan tanah pun semakin menjerit.
Penggunaan pupuk kimia sintesis menjadikan tanah
sakit. Mikroba-mikroba penyubur tanah banyak yang mati tergerus dahysatnya
pupuk kimia. Bukan hanya mikroba yang terkena dampak, namun juga hewan-hewan
disekitarnya semacam ikan, yuyu dan kodok pun juga terimbas bahan kimia sinteis
pertanian tersebut.
Rizobakter adalah atau disebut juga dengan plant growth promoting bacteria (PGPR)
adalah kumpulan bakteri menguntungkan yang ageresif mengkolonisasi rizosfir
(lapisan tanah tipis antara 1-2 mm di sekitar zona perakaran. (Sumber: http://balittanah.litbang.pertanian.go.id)
Pupuk organik ini menggunakan Rizobakteri. Pupuk ini
telah dikembangkan oleh LIPI sebagai solusi untuk mengatasi kurang suburnya
tanah dibidang pertanian karena penggunaan pupuk kimia sintetis.
(Sumber: sains.kompas.com)
Seperti dilansir dari sains.kompas.com
(17/7/2017) Sarjiya Antonius, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI di IPB
International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/7/2017) mengatakan bahwa “Rizobakteri sangat berperan
penting bagi pertumbuhan tanaman. Misalnya, rizobakteri menghasilkan root factor yang dapat
memerintah akar bergerak ke tempat yang banyak nutrisi bagi tanaman,”
Penggunaan Rizobakteri ini telah diujicobakan
paling tidak dibeberapa kabupaten di Jawa. Seperti dilansir dari
sains.kompas.com (17/7/2017) Sejauh ini, daerah yang telah menggunakan
rizobakteri adalah Purbalingga, Wonogiri, dan Ngawi. Berkat formula tersebut,
penggunaan pupuk kimiawi berhasil diturunkan hingga 50 persen.
Penggunaan pupuk organik nyatanya
lebih menyehatkan tanah dan tanaman daripda penggunaan pupuk sintetik ataupun
kimia. Pembangunan berwawasan lingkungan dimulai dari hal yang kecil. Mulai
sekarang mari cintai lingkungan dengan menggunakan pupuk organik.
Daftar pustaka:
ADMIN.(Tanpa Tahun).Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman.diambil dari : http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/berita-terbaru-topmenu-58/573-rptt (19 Juli 2017)
Putra, Lutfy Mairizal. 2017.Makhluk Cerdik itu Bernama Mikroba.diambil
dari : http://sains.kompas.com/read/2017/07/18/160700523/makhluk-tercerdik-itu-bernama-mikroba.(19 Juli 2017)
Sutariati, Gusti Ayu Kade, dkk. 2014.Kajian Potensi Rizobakteri Pemacu Pertumbumbuhan Tanaman yang Diisolasi
dari Rizosfer Padi Sehat.Kendari.Jurnal AGROTEKNOS Vol. 4 no.2 Hal. 71-77
Terbit pertama di UCNews dengan judul yang sama.
No comments:
Post a Comment