Saturday, 15 July 2017

Belajar Menata Diri Bersama Chapman

#ResensiBuku
Hasil gambar untuk Positive Thinking : 50 Positive Habits Transform Your Life
(Sumber: amazon.co.uk)

Judul Buku
: Positive Thingking : 50 Positive Habits Transform Your Life (EPUB)
Pengarang
: Michael Chapman
Penerbit
: Personality Development Mastery
Tahun Terbit
: 2016
Cetakan
: Pertama
Tempat Terbit
: -
Bahasa
: Inggris
Halaman
: 107 hlm
ISBN
: -

Berubah mengandung maksud bertransformasi menjadi lebih baik. Perubahan diperlukan manusia untuk menjadi pribadi yang sempurna, sempurna baik secara pribadi atau dalam menjalin relasi dengan teman, pasangan ataupun masyarakat secara umum. Menjadi lebih baik memerlukan sinergitas antara fisik, mental, emosi, gaya hidup, kebiasaan personal dan peningkatan kualitas yang kita biasakan tersebut.

Mensana in corporesano di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Sebuah perubahan diawali dengan merubah, menambah jadwal aktifitas fisik sehari-hari. Latihan fisik yang tadinya tidak pernah dilakukan sebisa mungkin dimulai, toh untuk kesehatan kita juga. Jika tindakan yang pertama sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah sedikit menambah porsi latihan fisik. Latihan fisik dimulai dengan berjalan santai atau pun sambil ngobrol bareng teman.  hal ini sangat baik untuk membentuk otot, memperpanjang nafas dan untuk sarana latihan jantung.

Setelah melakukan aktifitas fisik yang cukup langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam mentransformasi diri adalah melatih mental. Melatih mental terkait dengan pembenaran pola pikir misalnya selalu berpikiran positif, selalu menantang diri sendiri untuk menjadi lebih baik, dan tahu kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dan juga yang perlu di perhatikan dalam hal melatih mental ini adalah syukuri segala capaian kita yang telah kita lewati dalam berbagai bidang yang kita geluti. Kadang-kadang kita harus bergelut dengan tekanan dari atasan sehingga harus memburu target yang di gariskan oleh atasan. Sehingga kita kurang bisa mensyukuri atas apa yang kita lalui. Tarik nafas, buang perlahan, syukuri progres yang telah kita lewati. Jika salah perbaiki, jika sudah benar mari disempurnakan.

Langkah yang ketiga adalah dengan pembiasaan emosi. Emosi ada banyak macamnya bukan hanya marah. Ada cinta, benci, sedih, senang dll itu yang dinamakan emosi. Untuk mengelola emosi diperlukan nafas panjang alias nafas perut atau istilah kerennya diaphragmatic breathing.  Sukur-sukur nafas ini dibarengi dengan meditasi barang sekejab 10 atau 15 menit. Tujuan meditasi adalah mengelola emosi agar jika marah dapat dikontrol ataupun jika sedang down semangat kita cepat terestorasi. Dan patut dicoba dalam mengelola emosi adalah  jika Anda sekalian mempunai pasagan ada baiknya Anda dan orang yang Anda kasihi tersebut menyamakan prespektif agar terjadi saling mengerti satu sama lain. Hingga dapat terhindar dari salah paham.

Langkah yang keempat adalah pembangunan gaya hidup yang sehat. Pembangunan gaya hidup yang sehat meliputi banyak hal seperti nilai diri, keinginan, visi dll. Yang paling saya ingat adalah dalam pengembangan diri, jangan mentok pada kata ‘sudah’ atau ‘cukup’.  Kedua kata ini sering menjadi penghalang bagi diri kita untuk berkembang. JIka terasa sudah mentok, maka istirahat dulu, cari jalan lain. Serta patoklah cita-cita itu setinggi mungikin.

Kelima masalah habit personal. Habit personal adalah sikap pribadi untuk sennatiasa berkembang menjadi manusia seutuhnya dengan keingintahuannya. Langkah pertama dalam pembenaran habit personal adalah sederhanakanlah harimu. Penyederhanaan hari ini bukan hari yang berjumlah 24 jam itu. namun yeng dimaksud dengan penyederhanaan hari iadalah pemikiran atau keadaan yang sebenarnya biasa namun dibuat rumit. Itu yang membuat kita setengah mati menjadi stress tidak ketulungan. Mau nulis ya nulis, kalau lapar ya makan, haus minum, capek istirahat, ngantuk ya tidur. Sederhana bukan? Namun banyak kita terlalu membuat ribet hal-hal diatas dengan alasan babibu, penuh teori yang sehingga menghasilkan kita mumet.

Dan yang terakhir adalah sikap mengembangkan diri. disini termasuk pembuatan prioritas dan belajar berkata tidak. Banyak hal disekitar kita yang menuntut agar segera selesai atau tertunaikan. Maka dari itu kita disuruh mendahulukan mana yang penting dan mendesak, penting, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak. Kita harus pintar-pintar mengatur prioritas agar hidup kita tidak ketetran. Dan jika kumpulan prioritas telah penuh jangan ragu untuk berkata tidak pada hal yang datang belakangan sehingga tidak mengganggu prioritas kita.

Kata Kunci : (metarmorfosa, habit)
Oleh : Lingga Fajar
Sleman, 12 Juli 2017 

No comments:

Post a Comment