#ResensiBuku

(Sumber: amazon.co.uk)
|
Judul Buku
|
: Positive Thingking : 50 Positive
Habits Transform Your Life (EPUB)
|
|
Pengarang
|
: Michael Chapman
|
|
Penerbit
|
: Personality Development Mastery
|
|
Tahun Terbit
|
: 2016
|
|
Cetakan
|
: Pertama
|
|
Tempat Terbit
|
: -
|
|
Bahasa
|
: Inggris
|
|
Halaman
|
: 107 hlm
|
|
ISBN
|
: -
|
Berubah mengandung maksud
bertransformasi menjadi lebih baik. Perubahan diperlukan manusia untuk menjadi
pribadi yang sempurna, sempurna baik secara pribadi atau dalam menjalin relasi
dengan teman, pasangan ataupun masyarakat secara umum. Menjadi lebih baik
memerlukan sinergitas antara fisik, mental, emosi, gaya hidup, kebiasaan
personal dan peningkatan kualitas yang kita biasakan tersebut.
Mensana in corporesano di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang
kuat. Sebuah perubahan diawali dengan merubah, menambah jadwal aktifitas fisik
sehari-hari. Latihan fisik yang tadinya tidak pernah dilakukan sebisa mungkin
dimulai, toh untuk kesehatan kita
juga. Jika tindakan yang pertama sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya
adalah sedikit menambah porsi latihan fisik. Latihan fisik dimulai dengan
berjalan santai atau pun sambil ngobrol bareng teman. hal ini sangat baik untuk membentuk otot,
memperpanjang nafas dan untuk sarana latihan jantung.
Setelah melakukan aktifitas fisik
yang cukup langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam mentransformasi
diri adalah melatih mental. Melatih mental terkait dengan pembenaran pola pikir
misalnya selalu berpikiran positif, selalu menantang diri sendiri untuk menjadi
lebih baik, dan tahu kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dan juga yang perlu
di perhatikan dalam hal melatih mental ini adalah syukuri segala capaian kita
yang telah kita lewati dalam berbagai bidang yang kita geluti. Kadang-kadang
kita harus bergelut dengan tekanan dari atasan sehingga harus memburu target
yang di gariskan oleh atasan. Sehingga kita kurang bisa mensyukuri atas apa
yang kita lalui. Tarik nafas, buang perlahan, syukuri progres yang telah kita
lewati. Jika salah perbaiki, jika sudah benar mari disempurnakan.
Langkah yang ketiga adalah dengan
pembiasaan emosi. Emosi ada banyak macamnya bukan hanya marah. Ada cinta,
benci, sedih, senang dll itu yang dinamakan emosi. Untuk mengelola emosi
diperlukan nafas panjang alias nafas perut atau istilah kerennya diaphragmatic breathing. Sukur-sukur nafas ini dibarengi dengan
meditasi barang sekejab 10 atau 15 menit. Tujuan meditasi adalah mengelola
emosi agar jika marah dapat dikontrol ataupun jika sedang down semangat kita cepat terestorasi. Dan patut dicoba dalam
mengelola emosi adalah jika Anda
sekalian mempunai pasagan ada baiknya Anda dan orang yang Anda kasihi tersebut
menyamakan prespektif agar terjadi saling mengerti satu sama lain. Hingga dapat
terhindar dari salah paham.
Langkah yang keempat adalah
pembangunan gaya hidup yang sehat. Pembangunan gaya hidup yang sehat meliputi
banyak hal seperti nilai diri, keinginan, visi dll. Yang paling saya ingat
adalah dalam pengembangan diri, jangan mentok pada kata ‘sudah’ atau
‘cukup’. Kedua kata ini sering menjadi
penghalang bagi diri kita untuk berkembang. JIka terasa sudah mentok, maka
istirahat dulu, cari jalan lain. Serta patoklah cita-cita itu setinggi
mungikin.
Kelima masalah habit personal.
Habit personal adalah sikap pribadi untuk sennatiasa berkembang menjadi manusia
seutuhnya dengan keingintahuannya. Langkah pertama dalam pembenaran habit
personal adalah sederhanakanlah harimu. Penyederhanaan hari ini bukan hari yang
berjumlah 24 jam itu. namun yeng dimaksud dengan penyederhanaan hari iadalah
pemikiran atau keadaan yang sebenarnya biasa namun dibuat rumit. Itu yang
membuat kita setengah mati menjadi stress tidak ketulungan. Mau nulis ya nulis,
kalau lapar ya makan, haus minum, capek istirahat, ngantuk ya tidur. Sederhana
bukan? Namun banyak kita terlalu membuat ribet hal-hal diatas dengan alasan
babibu, penuh teori yang sehingga menghasilkan kita mumet.
Dan yang terakhir adalah sikap
mengembangkan diri. disini termasuk pembuatan prioritas dan belajar berkata
tidak. Banyak hal disekitar kita yang menuntut agar segera selesai atau
tertunaikan. Maka dari itu kita disuruh mendahulukan mana yang penting dan
mendesak, penting, tidak penting tapi mendesak, dan tidak penting dan tidak
mendesak. Kita harus pintar-pintar mengatur prioritas agar hidup kita tidak
ketetran. Dan jika kumpulan prioritas telah penuh jangan ragu untuk berkata tidak
pada hal yang datang belakangan sehingga tidak mengganggu prioritas kita.
Kata Kunci : (metarmorfosa, habit)
Oleh : Lingga Fajar
Sleman, 12 Juli 2017
No comments:
Post a Comment